80 % Kader Hanura Kembali ke Pangkuan Ketum Oesman Sapta

oleh
Ketum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang

JAKARTA- Ketua DPP Partai Hanura  Bidang Komunikasi Publik,  Sri Mulyono menilai manuver yang dilakukan sekelompok orang untuk menggulingkan posisi Ketua Umum Partai Hanura,   Oesmam Sapta Odang (OSO) merupakan tindakan makar.

Kendati demikian, diakuinya ulah sekelompok kecil internal Hanura itu tidak berdampak apa-apa. Soalnya, gerakan itu efeknya sangat kecil dan sama sekali tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan kepemimpinan OSO maupun Partai Hanura secara keseluruhan.

“Makar merupakan gerakan inkostitusional,” tambahnya.

Menurutnya, dengan adanya gerakan makar ini Hanura akan semakin cepat bergerak menyambut pemilu 2019. Karena anasir-anasir buruk yang mengganggu kinerja Hanura sudah terlihat dan sebentar lagi hilang diganti dengan darah segar yang kompeten, loyal dan siap bekerja membesarkan partai.

Sri Mulyono beranggapan, Sumber Daya Manusia (SDM) baru yang kompeten dan berkualitas serta siap bekerja sangat dibutuhkan oleh Partai Hanura untuk menjadi partai unggul yang akan disinergikan dengan prinsip 5 S oleh  OSO.

Hal ini juga, menurut Sri, sesuai dengan statemen pendiri Partai Hanura Wiranto bahwa Hanura bukan partai Dinasti tapi partai modern berdasarkan Meritokrasi.

Menurut Sri, ada dua cara menangani gerakan makar itu yakni.

Pertama cara persuasif yakni dengan mengajak dialog untuk kemudian insyaf dan kembali bergabung menjadi satu barisan. Dan Kedua yakni harus dipadamkan secepatnya.

“Tentunya kami berharap cara pertama yang berjalan,” jelas Sri.

Saat ini tambah Sri, 80 persen DPD dan  DPC Partai Hanura sudah bersama kembali dengan OSO.

“DPD dan DPC sudah menyadari gerakan makar ini dan lebih dari 80 persen sudah berdiri bersama Ketua umum Oesman Sapta,” pungkasnya.