IFC Kembali Bekerja Sama Dengan Ciputra Residence

oleh

JAKARTA-International Finance Corporation (IFC), anggota Kelompok Bank Dunia, memberikan sertifikasi desain (preliminary) kepada proyek Citra Maja Raya dari PT Ciputra Residence dengan sertifikasi Excellence in Design for Greater Efficiency (EDGE). Proyek ini diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat, dan MenteriPerhubungan.

Ciputra Residence, sebagai perusahaan yang mengedepankan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, adalah perusahaan pertama di Kawasan Asia Timur Pasifik yang mendapatkan penghargaan sertifikasi EDGE Green Building IFC, pada bulan Oktober 2014.

Sejak saat itu, perusahaan tersebut telah memperoleh sertifikasi EDGE untuk proyek-proyek berikutnya dan terus memperbarui komitmennya untuk mengembangkan bangunan hijau dalam skala yang lebih besar, sebagaimana yang mereka terapkan saat mereka mengembangkan kawasan terpadu Citra Maja Raya, serta pengembangan lain yang mereka lakukan bersama afiliasinya di Hanoi, Vietnam.

“Dengan lebih dari 130 proyek di Indonesia dan luar negeri, kami percaya pengembangan dengan konsep ‘hijau’ dapat meningkatkan nilai investasi, mampu memberikan stabilitas dan keberlanjutan, yang dapat memperkuat posisi pasar dari pengembangan properti kami, terutama untuk proyek baru berskala besar,” kata Direktur Utama PT. Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata.

“Dalam skala ekonomi, kami mengantisipasi bahwa teknologi hijau akan lebih maju dan lebih terjangkau, seiring dengan meningkatnya keterlibatan pemerintah, kebutuhan terhadap fitur yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk proyek property, akan terus meningkat,” tambahnya.

Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia dan penghasil gas rumah kaca terbesar keempat, setelah Amerika Serikat, China dan India. Sebagai bagian dari rencana untuk mengurangi emisi hingga 29 persen pada tahun 2030, pemerintah mendorong efisiensi energi yang lebih tinggi pada bangunan. Sektor bangunan adalah konsumen energi akhir terbesar ketiga setelah sektor industri dan transportasi.

Di Indonesia, bangunan gedung bertingkat mengkonsumsi sekitar 27 persen dari total konsumsi energi secara keseluruhan, angka ini diprediksi akan meningkat menjadi hampir 39 persen pada tahun 2030.

Permintaan perumahan yang belum terpenuhi di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 15 juta rumah. Dengan situasi demikian, proyek Citra Maja Raya yang mencakup lebih dari 2.000 hektar di Kabupaten Lebak, Propinsi Banten – menawarkan pembangunan kawasan terpadu, yang terdiri dari lebih dari 100.000 rumah dan ruko dengan harga terjangkau.

Kawasan ini menyediakankonektivitas yang lebih maju, serta tersedianya akses transportasi massal menuju pusat kota Jakarta yang dapat ditempuh dalam waktu 90 menit dengan menggunakan KA Commuter Line. Kawasan ini juga menyediakan Fasilitasumum, Fasilitas  komersial, Life style, Klub olahraga, Rekreasi, Sekolah,  Eco Park, dan kedepannya juga akan dibangun fasilitas-fasilitas lainnya.

“EDGE membantu melakukan mitigasi perubahan iklim dengan cara mendorong pengembang untuk membangun bagunan yang hemat energi, yang secara langsung akan menghasilkan penghematan biaya yang signifikan dari waktu ke waktu,” kata Country Manager IFC untuk Indonesia, Malaysia dan Timor-Leste, Azam Khan.

“IFC sebagai pelopor dalam ruang bangunan hijau, terus berkomitmen akan mempromosikan standar baru, mekanisme pembiayaan, dan peraturan untuk konstruksi hijau. Kami akan terus menciptakan pasar serta mendorong tingkat investasi hijau yang lebih tinggi,” tuturnya.

IFC menyediakan perangkat lunak EDGE secara gratis, yang tersedia dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Perangkat lunak ini diciptakan untuk membantu pengembang lokal, pembangun, dan arsitek lokal untuk membuat pilihan desain berbiaya rendah atau tanpa biaya yang dapatmengurangi konsumsi energi, air, dan material sebesar 20 persen.

Dalam dua tahun terakhir, sekitar 30 proyek besar di Indonesia telah disertifikasi EDGE atau sedang menjalani prosesnya. Proses tersebut telah menunjukkan dampak yang jelas dan sebagai awal penciptaan pasar.

Dengan dukungan mitra lokal IFC bertujuan untuk mengubah 20 persen dari proyek konstruksi baru (setara dengan 80.000 unit rumah) menjadi inisiatif hijau di beberapa kota pada tahun 2021. Dengan melakukan terobosan dalam pelaksanaan inisiatif hijau, diharapkan dapat mengurangi 1,2 juta metrik ton emisi gas rumah kaca per tahun, mengurangi penggunaan energi 500 megawatt/jam, dengan demikian mampu melakukan penghematan hampir $ 200 juta per tahun pada tahun 2021.