Jonan Perintahkan Amankan Pertemuan IMF-WB di Bali

oleh

JENDELANASIONAL.COM – Menteri ESDM Ignasius Jonan meninjau kondisi terkini Gunung Agung dan kesiapan bahan bakar minyak (BBM) jelang pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali. Selain itu, Jonan juga mengecek kesiapan kelistrikan.

Jonan menekankan pentingnya meningkatkan keamanan kelistrikan saat acara berlangsung kepada PLN regional Jawa Tengah Bali Nusa Tenggara (JTBN).

“Sekuriti harus ditingkatkan. Harus maksimum, terutama sampai tanggal 14 (Oktober). Yang nggak berkepentingan dilarang masuk saja. Fokus ke pengamanan lebih ke venue dan tamu. Harus diurus sendiri-sendiri,” katanya di kantor IPP, Bali, Jumat (5/20/2018).

Jonan mencontohkan keberhasilan PLN mengamankan kelistrikan saat Asian Games 2018. Namun lantaran acara ini mempunyai tingkat sensitifitas yang berbeda, Jonan meminta keamanan benar-benar ditingkatkan.

“Ini sensitifitasnya beda. Yang sepakat dengan acara banyak, tapi pertemuan ini yang tidak juga sepakat banyak. Kita tidak bisa tutup pintu gerbang,” ujar Jonan.

Sementara itu Direktur PLN JTBN Djoko Rahardjo Abimanan mengaku telah mengamankan kesiapan pembangkit untuk kelistrikan. Daya mampu pembangkit diproyeksi masih tersisa 32% lagi dari total beban puncak saat acara yang diperkirakan sekitar 868 MW.

Sedangkan kesiapan energi primer meliputi LNG, HSD, MFO dalam kondisi aman atau normal.

“Rencana pemeliharaan pembangkit Oktober sudah tak ada karena sudah dilakukan di Oktober dan September,” kata Djoko.

Berikut data pemeliharaan sistem yang sudah dilakukan:
1. Gardu Induk 100%
2. Penyambungan transmisi 100%
3. Pekerjaan regu PDKB 100%
4. Pekerjaan regu proteksi 100%.
5. Piket siaga akan dilaksanakan di lokasi APP Probolinggo dan Bali (gardu induk kapal, nusa dua, sanur). Pemeliharaan oleh regu PDKB.
6. Pengoperasian kabel bawah laut dibatasi 150 MW.
7. Pemasangan suplai UPS dan genset di venue-venue dan hotel tempat kepala negara sebanyak 49 unit UPS terpasang, total daya 3.421 kVA dan sembilan unit genset dengan total daya 1.350 kVA.
8. Penguatan jaringan khususnya di hotel tempat menginap tamu kepala negara dan bandara I Gusti Ngurah Rai. (Ryman)