Mengedukasi Masyarakat Agar Mengetahui Potensi dan Manfaat Energi Panas Bumi

oleh
Sinergi memahami energi Panas Bumi di Garut. (Foto: Ist)

JENDELANASIONAL.COM — Besarnya potensi panas bumi di wilayah Indonesia yang belum digarap, khususnya di Provinsi Jawa Barat, menjadi fokus Pemerintah untuk terus mendorong pengembangan panas bumi sebagai salah satu energi terbarukan potensial di Indonesia.

Kementerian ESDM mencatat, provinsi Jawa Barat menjadi propinsi terbesar dalam menghasilkan panas bumi, karena memiliki kapasitas terpasang sebesar 1.164 MW dan rencana pengembangan 428 MW, serta potensi 587 MW yang nantinya akan memberikan kontribusi pasokan energi nasional yang besar.

Namun di dalam implementasi tidak terlepas dari adanya hambatan yang resistensi seperti penolakan masyarakat sekitar yang dilatarbelakangi isu-isu lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pendekatan dan pemahaman masyarakat agar tidak dengan mudah dipengaruhi menggunakan isu-isu lingkungan oleh pihak-pihak tertentu.

Staf Ahli Menteri ESDM bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Dadan Kusdiana menekankan pentingnya energi untuk pembangunan ekonomi suatu daerah.

“Keberadaan energi menjadi faktor utama dalam mendorong ekonomi suatu daerah untuk pembangunan, tidak mungkin suatu daerah dibangun ekonominya tanpa membangun energi terlebih dulu,” ujarnya.

Peluang Kabupaten Garut ini yang memiliki potensi energi panas bumi yang masih besar, menjadi peluang yang bagus untuk kedepannya sebagai daerah penghasil. Karena semakin besar potensi daerah memiliki panas bumi, semakin besar dana bagi hasil PNBP dan bonus yang diterima.

Hal tersebut diungkapkan Dadan pada Sosialisasi Capaian Kinerja Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan tema Panas Bumi dan Pelestarian Lingkungan Hidup yang diselenggarakan di Kamojang Garut, Jumat (2/11). Acara ini dihadiri oleh Staff Ahli Menteri ESDM bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Dadan Kusdiana, Direktur Panas Bumi Ida Nuryatin, Direktur PJLHK Dody Wahyu Karyanto, Bupati Garut Rudy Gunawan Direktur Pertamina Geothermal Energy Ali Mudakir, para pengembang Panas Bumi dan Jajaran pemerintah daerah Bandung dan Tasikmalaya serta tokoh masyarakat Garut.

Berkah pendapatan sebagai daerah penghasil panas bumi yang diterima melalui transfer langsung ini tentunya menjadikan Pemerintah Daerah merasakan manfaat yang besar dalam menyumbang APBD daerah tersebut. Untuk itu Pemerintah Daerah secara sadar akan menjamin keberlangsungan adanya pengusahaan panas bumi untuk tetap terus berproduksi.

Sebagai tindakan nyata dukungan Bupati Garut Rudy Gunawan menjamin keberadaan air hutan tetap ada. “Yang dipentingkan Pemda, bahwa Garut harus memberikan jaminanan air tetap ada, dengan menjadikan hutan ditempat itu, Pemda akan menumbuhkembangkan mulai dari anak-anak untuk turut menjadi penyelamat lingkungan dengan memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah” dukungnya.

Pembicara dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Direktur PJLHK Dody Wahyu Karyanto juga menyampaikan bahwa perselisihan antara Kementerian ESDM dan Kementerian KLHK akhirnya menemukan titik temu dalam pemanfaatan Hutan Konservasi dimana Panas Bumi banyak berada disana.

“Bahwa kelangsungan keberadaan panas bumi bukan pada di sumurnya tapi pada hutannya, dampak-dampak yang berhasil dimitigasi dalam pembangunan PLTP Panas Bumi,” ujarnya.

Dia menambahkan, kelestarian hutan harus terus dijaga bersama karena energi panas bumi membutuhkan hutan untuk kelangsungan usaha produksinya.

Pengalaman energi panas bumi di dunia sudah cukup panjang. Sebagai contoh seperti yang disampaikan oleh Direktur Pertamina Geothermal Energy Ali Mudakir di Selandia Baru sudah berusia 60 Tahun, bahkan di Amerika dan Italia, ada yang sudah berusia 100 tahun.

“Pengalaman-pengalaman ini menunjukkan bahwa geothermal memang layak untuk kita kembangkan dan optimalkan di Indonesia,” simpulnya.

Menutup diskusi, Direktur Panas Bumi Ida Nuryatin mengutarakan bahwa keberadaan panas bumi sudah seharusnya terus menerus ada dan tidak akan ada habisnya karena sifatnya berkelanjutan. Hal ini terbukti bahwa keberadaan PLTP Kamojang sebagai bukti bahwa energi Panas Bumi benar-benar sebagai wujud energi berkelanjutan yang nyata dimana PTLP Kamojang sudah beroperasi sekitar 35 tahun sampai sekarang tetap ada untuk kita.

Ke depan, Pemerintah akan terus mengedukasi masyarakat agar mengetahui potensi dan manfaat adanya panas bumi di wilayahnya.

Sekretaris Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Wawan Supriyatna mengatakan, semua pihak harus melakukan diskusi secara intensif dengan masyarakat dan lingkungan sekitar area pengembangan panas bumi, guna meminimalkan kesalahpahaman atas dampak eksplorasi panas bumi. (Ryman)