Tahapan Munaslub Hanura Versi Ambara Cacat Konstitusi

oleh
Ketua DPP Partai Hanura Inas N. Zubir

JAKARTA-Ketua DPP Partai Hanura Inas N. Zubir menilai Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura versi Ambara bertentangan dengan AD/ART Partai Hanura karena tidak mengindahkan ketentuan yang tercakup didalamnya.

Padahal setiap kader Partai Hanura wajib mematuhi AD/ART Partai Hanura.

“Jadi, bagaimana mungkin sebuah perlehatan sakral seperti Munas/Munaslub diselenggarakan hanya berdasarkan kongkow di warung kopi lalu memecat Ketua Umum,” ujarnya.

Berdasarkan AD/ART Partai Hanura, Munas/Munaslub harus melalui tahapan sebagai berikut:

Pertama, untuk mengajukan Munaslub, syaratnya adalah mosi dari 2/3 jumlah DPD dan 2/3 jumlah DPC.

Kedua, kemudian diajukan ke DPP Hanura untuk dipertimbangkan dan diputuskan oleh Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum.

Ketiga, Munaslub diselenggarakan oleh DPP Partai Hanura dgn mengundang BPH, Ketua Dewan Penasehat, Dewan Pembina, Ketua Dewan Kehormatan, DPD dan DPC.

Apakah Munaslub versi Ambara telah melaksanakan tahapan tersebut?

Pertama, untuk memperoleh 2/3 DPD dan 2/3 DPC adalah sangat muskil karena umunya pragmatisme di DPC-DPC sangat tinggi dan mereka banyak yang bermain di 2 kaki. Apakah dukungan untuk kubu Munaslub Ambara benar-benar sdh clear memenuhi syarat?

Kedua, apabila tahap tersebut menurut Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum memenuhi syarat Munaslub, maka akan diterbitkan surat keputusan penyelenggaraan Munaslub yang ditanda tangani oleh Ketua Dewan Pembina dan Ketua Umum. Apakah Munaslub Ambara memiliki surat keputusan tersebut?

Ketiga, Munaslub harus diselenggarakan oleh DPP Partai Hanura dengan mengundang BPH DPP, Dewan (Pembina, Penasehat, Kehormatan), DPD dan DPC.

Apakah Munaslub diselenggarakan dan dihadiri oleh DPP Partai Hanura yang memiliki SK Kemenkumham?

“Hal-hal diatas harus menjadi pertimbangan Kemenkumham ketika Munaslub versi Ambara ingin mendaftar ke Kemenkumham, karena Munaslub versi Ambara samasekali belum dapat memenuhi tahapan tersebut, bahkan tahapan 1 pun mereka gagal karena lebih dari 259 DPC dan 19 DPD sudah membuat pernyataan mendukung DPP Hanura pimpinan Oesman Sapta,” pungkasnya.