H-8 Natal, Begini Awal Mula Hadirnya Pohon Natal

TEMPO.CO, Michigan -Tak lama lagi, seluruh umat Kristiani akan merayakan Hari Natal dengan salah satu ikonnya pohon Natal.

Perayaan ini akan dirayakan pada tanggal 25 Desember sebagai peringatan kelahiran Yesus. Perayaan ini identik dengan adanya pohon Natal.

Pohon yang digunakan dalam perayaan ini merupakan pohon cemara. Mengutip dari laman Michigan State University, Amerika Serikat, pohon ini selalu digunakan untuk merayakan festival musim dingin, sejak ribuan tahun lalu sebelum ada agama Kristen dan Katolik.

Konon, mengutip dari Hngnews, pohon Natal hadir ketika tokoh reformasi gereja bernama Martin Luther tengah berjalan-jalan pada suatu malam di hutan Jerman. Dia terkesan melihat keindahan gemerlap bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan.

Martin Luther kemudian menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti di hutan, dia memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut. Sejak saat itu, pohon cemara tenar sebagai hiasan di Jerman.

Mulai Abad 16, sekitar tahun 1510, penduduk Jerman menyebar ke luar negeri hingga Amerika. Sejak itulah, tradisi pemasangan pohon Natal di sejumlah negara dimulai. Mereka kerap memasang cemara yang tergolong pohon evergreen untuk dekorasi Natal di dalam rumah.

Pohon cemara ini diyakini melambangkan ‘hidup kekal’ berdasarkan sifat pohon tersebut yang pada umumnya selalu berdiri tegak dan hijau saat musim salju dibanding pohon lainnya yang rontok. Begitulah awal mula pohon Natal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.