Simak Efek Samping dan Dosis Penggunaan Penisilin

Penisilin merupakan obat antibiotik yang umumnya dikonsumsi untuk mengatasi infeksi bakteri. Penisilin bekerja dengan cara mencegah berbagai jenis bakteri yang menginfeksi tubuh manusia untuk berkembang biak dan memperbanyak diri. Karena itu, bakteri pun dapat diatasi dengan mengonsumsi penisilin.

Dalam mengatasi bakteri, penisilin bekerja dengan cara yang cukup unik dan berbeda dengan obat-obatan lain. Dilansir dari medicalnewstoday.com, penisilin bekerja dengan cara menembus dinding sel bakteri lalu menyerang peptidoglikan, bagian esensial dalam sel bakteri.

Salah satu fungsi peptidoglikan adalah memproduksi serat protein secara terus-menerus untuk mempertebal dinding sel bakteri sehingga bakteri semakin sulit untuk dibunuh. Karena itu, cara paling efektif untuk membunuh bakteri adalah langsung menyerang peptidoglikannya, bukan hanya menembus dinding selnya.

Meskipun memiliki banyak manfaat, penisilin juga memiliki beberapa efek samping yang perlu diperhatikan. Dilansir dari mayoclinic.org, berikut adalah beberapa efek samping umum dari penisilin:

Efek samping tersebut umumnya ditemui pada para pengguna yang memiliki alergi penisilin. Selain itu, penggunaan penisilin yang tidak sesuai dengan dosis atau takaran anjuran dokter juga membuat efek samping lebih mudah muncul.

Dilansir dari healthline.com, penggunaan penisilin perlu memperhatikan beberapa indikator, seperti usia, jenis infeksi bakteri, tingkat keparahan infeksi, dan reaksi terhadap dosis penisilin pertama. Dengan indikator usia, berikut adalah rekomendasi dosis penisilin menurut healthline.com:

1. Dosis dewasa (di atas 18 tahun)

125 – 250 mg setiap 6 – 8 jam selama 10 hari.

2. Dosis remaja (12 – 17 tahun)

125 – 250 mg setiap 6 – 8 jam selama 10 hari.

3. Dosis anak-anak (di bawah 12 tahun)

Belum ada temuan yang menyatakan bahwa penisilin aman dikonsumsi oleh anak-anak di bawah 12 tahun.

BANGKIT ADHI WIGUNA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.