Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Sekolah di Jakarta Ditutup Akibat Covid-19, Gempa

Top 3 Tekno Berita Hari Ini dimulai dari topik tentang sejumlah sekolah di Jakarta ditutup karena ditemukan kasus Covid-19, meski baru dua pekan dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Salah satu siswa sekolah di Jakarta Timur bahkan ditengarai terpapar varian Omicron. Dinas Pendidikan DKI Jakarta per Ahad, 16 Januari lalu mencatat ada 15 sekolah yang ditutup sementara karena adanya kasus penularan Covid-19.

Berita terpopuler selanjutnya tentang gempa Banten bermagnitudo 6,6 yang terjadi Jumat sore, 14 Januari 2022, disebut bukan ancaman sesungguhnya dari segmen megathrust Selat Sunda. Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, mengatakan segmen itu mampu memicu gempa dengan magnitudo tertarget mencapai 8,7.

Selain itu, laporan awal pihak berwenang Australia pada Senin, 17 Januari 2022, menyebutkan tidak ada korban massal di Tonga setelah gunung berapi bawah laut memicu gelombang tsunami.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno.

1. Sejumlah Sekolah Ditutup Akibat Covid-19, Orang Tua Keluhkan Belum Ada Opsi PJJ

Baru dua pekan dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen, sejumlah sekolah sudah ditutup karena ditemukan kasus Covid-19. Salah satu siswa sekolah di Jakarta Timur bahkan ditengarai terpapar varian Omicron. Dinas Pendidikan DKI Jakarta per Ahad, 16 Januari lalu mencatat ada 15 sekolah yang ditutup sementara karena adanya kasus penularan Covid-19.

Sekolah yang ditutup sementara mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Berikut daftarnya:

1. SDN Ceger 02 Pagi2. SDN Susukan 08 Pagi3. SDN Jati 01 Pagi4. SMP Islam Andalus5. SMP Labschool Kebayoran6. SMPN 62 Jakarta7. SMPN 252 Jakarta8. SMP Azhari Islamic School Rasuna9. SMAN 71 Jakarta10. SMA Labschool Kebayoran11. SMAN 20 Jakarta12. SMAN 6 Jakarta 13. SMA Pelita 314. SMK Asisi15. SMKS Malaka Jakarta

Sekalipun ditemukan kasus Covid-19 di sejumlah sekolah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih akan melanjutkan kebijakan sekolah tatap muka. Padahal, pada awal Januari lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pembelajaran tatap muka 100 persen di Jakarta boleh tidak diikuti oleh murid.

2. BMKG: Ancaman Gempa Megathrust Selat Sunda Bermagnitudo 8,7

Gempa Banten bermagnitudo 6,6 yang terjadi Jumat sore, 14 Januari 2022, disebut bukan ancaman sesungguhnya dari segmen megathrust Selat Sunda. Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, mengatakan segmen itu mampu memicu gempa dengan magnitudo tertarget mencapai 8,7.

“Ini dapat terjadi sewaktu-waktu, inilah ancaman yang sesungguhnya, kapan saja dapat terjadi,” katanya lewat keterangan tertulis, Sabtu, 15 Januari 2022.

Potensi Magnitudo sebesar itu karena Selat Sunda merupakan wilayah zona seismic gap atau jarang gempa besar selama ratusan tahun. Gempa besar yang merusak dan memicu tsunami telah terjadi di selatan dan utara segmen itu, yaitu Gempa Pangandaran bermagnitudo 7,7 pada 2006 dan Gempa Bengkulu bermagnitudo 8,5 pada 2007.

Potensi bencana dikuatkan catatan sejarah bahwa beberapa kali terjadi gempa dan tsunami di wilayah Selat Sunda. Tsunami Selat Sunda pernah terjadi pada 1722, 1852, dan 1958 yang disebabkan oleh gempa. Adapun tsunami 416, 1883, 1928, dan 2018 berkaitan dengan erupsi Gunung Krakatau dan Anak Krakatau. Sedangkan tsunami pada 1851, 1883, dan 1889 dipicu oleh aktivitas longsoran.

3. Australia: Tsunami Hancurkan Jalan dan Jembatan, Belum Ada Laporan Korban Massal

Laporan awal pihak berwenang Australia pada Senin, 17 Januari 2022, menyebutkan tidak ada korban massal di Tonga setelah gunung berapi bawah laut memicu gelombang tsunami.

Namun, laporan awal tersebut mencatat kerusakan parah pada jalan dan jembatan di negara kepulauan Pasifik itu.

“Pada tahap ini, untungnya, kami tidak punya laporan tentang adanya korban massal, yang jelas merupakan berita sangat baik. Tetapi informasi yang datang dari pulau-pulau terluar masih sangat terbatas,” ujar Menteri untuk Pembangunan Internasional dan Kawasan Pasifik Australia Hon Zed Seselja. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.